Story Of My life.
Setiap detik dalam hidupku akan menjadi moment tersendiri untukku.
Wednesday, August 30, 2017
Saturday, April 30, 2016
It's Denna
Hi.
Kamu akan berkenalan dengan Denna, penyuka warna hitam dan pengagum senja yang tak pernah menyerah.
Kamu bisa memanggil perempuan berambut ikal hitam itu, dengan panggilan Denna. Tidak terlalu cantik, tinggi juga tidak, katakan lah dia mungil. Bola mata yang hitam dengan tatapan yang tajam akan kamu jumpai pada waktunya. Tidak seputih banci Thailand, cukup sawo matang sudah memberi ciri gadis asia. Tidak suka basa-basi, dan suka dengan pemikiran berbeda. Kamu tidak akan menyukainya sebelum mengenalnya dengan caramu sendiri. Ya, kurang lebih seperti itulah gambaran fisiknya.
Berkelahiran Jakarta saat reformasi. Tanggal lahir yang bertepatan dengan hari kasih sayang, iya 14. Tapi bukan bulan February, melainkan September. tepatnya saat nulis ini dia berumur 17 tahun, dan sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kalian harus tahu, dia nulis ini tanpa harus keganggu oleh siapapun, karena apa? karena tidak ada yang perlu di kabarin kalo dia lagi nulis ini. Ya, kalian sudah tau lah maksudnya apa. Maksudnya itu ya gue masih "sendiri".
Baginya, tak ada yang lebih menyakitkan daripada masa lalunya. Ia akan memberi tahumu banyak hal tentang kehilangan. Bersamanya, akan kamu temukan bahwa memaafkan dan melupakan masa lalu ternyata tak semudah mengucapkannya.
Dan bersamanya, akan kamu lihat arti cinta dalam hidupnya. Kamu akan menemukan hal paling menyebalkan darinya, dan disaat yang bersamaan kamu akan menemukan hal yang berbeda dalam dirinya, hal itu tergantung dari sisi mana kamu mengenalnya.
Karena baginya, hidup bukan untuk menunjukan kehebatan agar disanjung. Tapi cukup menampilkan yang terbaik agar berguna sesama.
Kamu akan mengenalnya lebih jauh setelah ini.
See you.
Love,
Denna
Kamu akan berkenalan dengan Denna, penyuka warna hitam dan pengagum senja yang tak pernah menyerah.
Kamu bisa memanggil perempuan berambut ikal hitam itu, dengan panggilan Denna. Tidak terlalu cantik, tinggi juga tidak, katakan lah dia mungil. Bola mata yang hitam dengan tatapan yang tajam akan kamu jumpai pada waktunya. Tidak seputih banci Thailand, cukup sawo matang sudah memberi ciri gadis asia. Tidak suka basa-basi, dan suka dengan pemikiran berbeda. Kamu tidak akan menyukainya sebelum mengenalnya dengan caramu sendiri. Ya, kurang lebih seperti itulah gambaran fisiknya.
Berkelahiran Jakarta saat reformasi. Tanggal lahir yang bertepatan dengan hari kasih sayang, iya 14. Tapi bukan bulan February, melainkan September. tepatnya saat nulis ini dia berumur 17 tahun, dan sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kalian harus tahu, dia nulis ini tanpa harus keganggu oleh siapapun, karena apa? karena tidak ada yang perlu di kabarin kalo dia lagi nulis ini. Ya, kalian sudah tau lah maksudnya apa. Maksudnya itu ya gue masih "sendiri".
Baginya, tak ada yang lebih menyakitkan daripada masa lalunya. Ia akan memberi tahumu banyak hal tentang kehilangan. Bersamanya, akan kamu temukan bahwa memaafkan dan melupakan masa lalu ternyata tak semudah mengucapkannya.
Dan bersamanya, akan kamu lihat arti cinta dalam hidupnya. Kamu akan menemukan hal paling menyebalkan darinya, dan disaat yang bersamaan kamu akan menemukan hal yang berbeda dalam dirinya, hal itu tergantung dari sisi mana kamu mengenalnya.
Karena baginya, hidup bukan untuk menunjukan kehebatan agar disanjung. Tapi cukup menampilkan yang terbaik agar berguna sesama.
Kamu akan mengenalnya lebih jauh setelah ini.
See you.
Love,
Denna
Monday, December 21, 2015
365 days.
Jakarta, 21-12-2015
Sejak saat itu, iya tatapan pertama kita. Awal dimana pertemuan kita menjadi sebuah kisah. Kisah yang mungkin sekarang memaksa untuk menjadi kenangan.
Kini, aku hanya bisa merngingat - merindukan - mengharapkan kebersamaan kita yang hanya bertahan selama seratus delapan puluh tiga hari. Entah apa yang telah kita lakukan bersama selama itu, yang jelas selama itu pula kamu meyakinkan aku bahwa cinta itu nyata. Mengajarkan aku betapa berharganya kebersamaan. Meyakinkan aku bahwa setia bukanlah sifat tapi komitmen. Menyadarkan aku bahwa cinta dan kebahgiaan patut diperjuangkan.
Sedang apa, dimana, dan dengan siapa kamu saat ini bukan lagi jadi informasi harianku. Tetapi menjadi informasi yang aku butuh sangat butuhkan. Dan mencari tahu apa dan siapa isi hatimu saat ini pun mejadi tugas negara untukku.
Percayalah, aku pernah berusaha pergi dari ruang ini. Berusaha meninggalkan dan mengikhlaskan semuanya. Tapi aku tak bisa. Perasaan ini menarikku kembali dan hati memintaku untuk berjuang. Meyakinkan bahwa kebahgiaanku hanya bersamamu. Aku memang tak punya alasan yang tepat kenapa aku bertahan sejauh ini, tapi yang aku tahu aku mencintaimu. Masih mencintai mu.
Tenang, tak perlu khawatir. Aku takan memaksamu untuk mencintaiku kembali. Karena bagiku mencintaimu saja aku sudah bahagia.
Bisakah kamu memberi waktumu untukku sebentar, hanya sebentar. Aku hanya ingin menatap matamu. Karena saat itu aku merasa teduh.
Banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu, apapun yang terjadi padaku saat tanpamu. Namun, waktumu membataskan ceritaku, kamu terlalu sibuk. Kamu sibuk dengan duniamu. Aku sibuk dengan rinduku padamu.
Tapi aku percaya, ada rasa yang dapat disampaikan dalam tatapan saat rasa tak sempat disampaikan oleh kata. Sebenarnya, aku ingin bercerita tentang dirimu, tentang alasan kenapa aku masih bertahan untuk memperjuangkanmu.
Mungkin kamu ingin bertanya. Kenapa aku masih saja menunggumu, saat diabaikan. Bagiku mencintaimu adalah aktivitas yang menyenanagkan. Dan kamu adalah lelaki yang menjadi alasan kenapa aku tidak mencintai lelaki lain.
Aku merindukanmu, sangat merindukanmu.
Sesungguhnya aku hanya ingin berbicara denganmu. Jika tak sempat dengan tatap mata, ajaklah aku berbicara dalam doa. Kita sampaikan saja kepada Dia yang telah menjatuhkan rasa didada.
Meski kini kesendirian terasa menyakiti. Kelak akan ada senja dan malam yang akan kita habiskan bersama. Yang aku tahu, bukankan yang kuat adalah mereka yang bertahan sampai akhir. Aku percaya, Allah tak akan menciptakan awal jika Dia tak pernah ingin menemukan akhir pada kita. Terkadang aku memang harus percaya doa-doa lebih kuat dari segalanya.
Kini aku hanya ingin mengeluarkan uneg-uneg hatiku.
Bisakah kita bertemu kembali setelah enam bulan perpisahan kita ini. Aku hanya ingin menumpangkan rindu didadamu, bukan untuk memaksamu memilikinya. Aku hanya ingin menumpang harap dipelukmu, bukan untuk memaksamu mewujudkannya. Aku hanya ingin mencintaimu, tanpa pernah memaksamu untuk membalas cinta.
Karena bagiku mencintaimu saja adalah hal istimewa.
AKU TELAH MEMILIHMU
Aku tahu, banyak di luar sana hati yang mungkin saja bisa menjadi pilihan lain. Bersedia menemani sepiku. Bersedia bermalam larut bersamaku. Berbagi segala yang ia punya padaku. Namun, aku telah memilihmu.
Aku memilihmu atas apa saja resiko yang akan ku hadapi nanti. Aku memilihmu karena aku percaya. Rasa tidak pernah salah dalam mengeja. Meski rasa tidak selalu benar dalam memperhitungkan luka.
Aku memilihmu atas segala perasaan yang tumbuh didada. Mengabaikan segala kalimat manusia yang melemahkanku. Aku memilih untuk menjadi buta dan tuli. Aku tidak peduli pada perkataan orang-orang yang menginginkanku untuk tidak mencintai kamu.
Bagiku, memlihmu adalah hal yang ingin kukenang sebagai keputusan terbaik. Meski nanti yang aku dapat tidak selalu hal-hal yang baik. Tidak mengapa. Memilihmu akan selalu menyenangkan. Meski juga beresiko menggenangkan air mata.
Menurutku, tak ada salahnya menunggu orang yang aku cinta. Namun, akan menjadi melelahkan jika kamu tidak lagi mencintaiku. Sebenernya aku sudah paham apa yang harus aku lakukan. Aku tau kamu mengabaikanku. Tak lagi peduli mungkin. Aku tau kamu pergi dan menghilang begitu saja. Tanpa alasan. Dan yang aku tahu kamu hanya pernah mencintaiku. Hanya pernah.
Saat ini aku berada disatu fase. "Mencintaimu saja, tanpa ingin siapa-siapa". Aku juga tidak mengerti kenapa ada perasaan sedalam ini. Perasaan yang membuatku buta akan adanya kebahagiaan lain.
Pada akhirnya.
Aku harus siap. Siap menerima apapun yang akan terjadi padaku. Siap mendengar kabar bahagiamu dengan wanita pilihanmu. Bisa mengikhlaskan semuanya. Bisa membuka hatiku kembali. Bisa menerima kebahagian lain. Biarkan aku belajar untuk itu.
Tapi maaf. Saat ini aku lebih memilih untuk tetap disini. Menunggumu hingga pulang.
- ayong -
Subscribe to:
Posts (Atom)






















